ECHA JIE KOWDONG......BUKAN JIE SAPA2...

Senin, 30 Juli 2012

Ada 4 lilin yang menyala,

Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka Yang pertama berkata: "Aku adalah keindahan." "Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!" Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam. Yang kedua berkata: "Aku adalah Kasih Sayang." "Sayang aku tak berguna lagi." "Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala." Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya. Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:"Aku adalah Cinta" "Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala." "Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna." "Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya. " Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga. Tanpa terduga… Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: "Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!" Lalu ia mengangis tersedu-sedu. Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata: Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya: Akulah H A R A P A N " Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya. Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N. yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Keindahan, Kasih Sayang dan Cinta dengan HARAPAN-Nya… Note : Harapanlah yang membuat orang untuk lebih baik lagi, dimasa sekarang dan masa yang akan datang. Jadi jangan padamkan semangat dan harapanmu untuk hidup yang lebih baik…

Jumat, 27 Juli 2012

bedanya istri cantik dan istri jelek

kalo istri cantik ga sempet masak buat suami atau masakannya ga enak suami bilang: ndak papa sayang… kita makan di restoran aja yuk… kalo istri jelek ga sempet masak buat suami atau masakannya ga enak suami bilang: masakan kok sama tampang sama… sama2 ga enak ** kalo istri cantik kebelet minta dibeliin mobil baru suami bilang: sabar ya sayang, nabung dulu… apa sih yang nggak aku beri buat kamu… kalo istri jelek kebelet minta dibeliin mobil baru suami bilang : kamu tuh… ga tau apa cari duit susah, minta aneh2 lagi ** kalo istri cantik lagi hamil tua lewat depan suami suami bilang: sayang… wanita itu kalu sedang hamil justru sexy lho kalo istri jelek lagi hamil tua lewat depan suami suami bilang: weleh… gentong jalan, ngapain sih mondar mandir aje ** kalo istri cantik ga mau nyuci pakaian suami bilang: ahhh kan ada pembantu dan mesin cuci, lagian ntar tangan kamu jadi kasar lho… kalo istri jelek ga mau nyuci pakaian suami bilang: dasar sok… nyuci pakaian aja ga mau… (sambil geleng2 kepala) ** kalo istri cantik lagi ngambek dan cemberut suami bilang: kamu biar cemberut gitu tetep keliatan manis kok Yang… kalo istri jelek lagi ngambek dan cemberut suami bilang: muka dari tadi dilipet ga dilipet juga sama aja… ** kalo istri cantik lupa bangunin suami untuk kerja suami bilang: kamu tidurnya nyenyak banget ya semalam, gapapa kok sekali2 aku telat kekantor… kalo istri jelek lupa bangunin suami untuk kerja suami bilang: Tidur apa pingsan… aku bakal kena marah boss nih gara2 kamu… ** kalo istri cantik dandan pake make up mahal suami bilang: kamu tambah cantik deh… I Love You kalo istri jelek dandan pake make up mahal suami bilang: dasar BUBOR… Ibu-ibu Boros…! ** kalo istri cantik kentut suami bilang: ga papa sayang… kl kentut di tahan2 bikin penyakit lho… kalo istri jelek kentut Suami bilang: bau tau ga…! ga ada sopan santunnya sama sekali ** kalo istri cantik ngajak plesiran ke Bali suami bilang: Bali is beautiful place kalo istri jelek ngajak plesir ke bali suami bilang: alah… ancol aja kenapa yang deket!!!

Rabu, 25 Juli 2012

Bulan Ramadahn

Bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyyah. Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam semakin intens melakukan serangkaian aktivitas keagamaan. Berpuasa, shalat Tarawih, menggelar peringatan turunnya AI-Qur'an, mencari malam Lailatul Qadar, memperbanyak membaca AI-Qur'an, dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fithrah dan merayakan hari kemenangan, `Idul Fithri. Kewajiban berpuasa ini dijalankan kaum muslimin setiap hari dari adzan subuh hingga datangnya maghrib, sampai 'Idul Fithri tiba. Pada malam 1 Syawwal dikumandangkan takbir secara serentak, tanda kemenangan kaum muslimin melawan hawa nafsu selama satu bulan penuh. Lalu keesokan harinya, umat Islam melaksanakan shalat sunnah 'Idul Fithri. Keutamaan Tarawih Shalat Tarawih adalah shalat yang dikerjakan di malam hari setelah shalat Isya di bulan Ramadhan yang dapat dikerjakan secara sendiri-sendiri ataupun berjama'ah. Waktu pelaksanaannya adalah setelah pelaksanaan shalat Isya sampai sebelum terbit fajar subuh. Shalat Tarawih hukumnya sunnah muakkadah, sunnah yang diutamakan. Tidak hanya melakukan shalat Tarawih, pada malam-malam selama bulan Ramadhan sangat dianjurkan untuk melakukan shalat-shalat sunnah lainnya, juga melakukan segala kebaikan. Walaupun di bulan-bulan lainnya juga kita dianjurkan melakukan amal shalih, berbeda dengan bulan Ramadhan, karena selama bulan Ramadhan ini segala pahala kebaikan dilipatgandakan. Keistimewaan tailatul Qadar Lailatul Qadar adalah malam yang hanya ada di bulan Ramadhan. Malam itu, dikatakan dalam Al Quran pada surah Al-Qadr, lebih baik daripada seribu bulan. Saat pasti kapan malam itu tidak diketahui, namun, menurut beberapa riwayat, malam itu jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan, tepatnya pada salah satu malam ganjil, yakni malam ke21, 23, 25, 27, atau ke 29. Sebagian muslim berusaha tidak melewatkan malam itu dengan menjaga diri tetap terjaga pada malammalam terakhir Ramadhan sembari beribadah sepanjang malam. Gambaran tentang keistimewaan malam itu dapat dijumpai pada surah Al-Qadr, surah ke 97, dalam Al-Qur'an, yang antara lain menerangkan bahwa pada malam itu diturunkan AI-Qur'an dan para malaikat dan Jibril turun ke dunia untuk mengatur segala urusan. Allah Ta'ala berfirman, "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasanpenjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu." (QS. AI-Baqarah: 185). Ibnu Katsir Rahimahullah tatkala menafsirkan ayat itu mengatakan, "(Dalam ayat ini) Allah Ta'ala memuji bulan puasa (yaitu bulan Ramadhan) dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya AI-Qur'an dari bulan-buIan lainnya. Sebagaimana pula pada buIan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab Ilahiyah lainnya kepada para nabi 'alaihimus salam." Lalu bagaimana kita menyikapi pencarian malam Lailatul Qadar tersebut? Apakah harus menyepi ke dalam gua, atau berkhalwat di puncak-puncak gunung? Kita lihat bagaimana Rasulullah memberikan teladan ketika mengisi bulan suci Ramadhan, yang termaktub dalam hadist berikut, "Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW tatkala masuk malam kesepuluh (dari bulan Ramadhan) beliau bangun di waktu malam dan membangunkan istri beliau serta mengencangkan kainnya." (HR Al-Bukhari, Muslim). Maksud "mengencangkan kainnya" adalah memperbanyak ibadah. Bangunlah di kala keheningan malam, bermunajat ke hadirat Ilahi seraya meratapi dosa-dosa yang telah lalu,sambil berdzikir, membaca Al-Qur'an, dan ber-i'tikaf di masjid. Insya Allah, dengan segala kerendahan hati kita meminta dan bermunajat kepada Allah, apa yang kita mohonkan dikabulkan. Tetapi terkadang tidak sedikit di antara kita yang awam terlalu disibukkan dengan mencari-cari rahasia apa yang terkandung pada malam Lailatul Qadar, seperti sibuk mencari dan menyelicliki keberadaannya, sibuk mengamati tanda-tandanya, sehingga meninggalkan ibadah. Betapa banyak orang yang lupa membaca AI-Qur'an, dzikir, dan mencari ilmu, karena terlalu sibuk mengamati tanda-tanda Lailatul Oadar. Menjelang matahari terbit, misalnya, terkadang kita dapati ada orang yang terlalu sibuk memperhatikan dan mengamati matahari, untuk mencari tahu apakah sinar matahari pagi itu terik ataukah tidak. Salah satu tanda Lailatul Qadar, sinar matahari tidak terik tapi tidak juga redup.