ECHA JIE KOWDONG......BUKAN JIE SAPA2...

Selasa, 04 Oktober 2011

Saya Ingin Membuat Allah Tersenyum

Hujan deras turun setelah spanduk rumah kliping selesai dicetak di kantor Spirit Bersama Tajur. Perut lapar, tapi kami nggak bisa keluar sebab terkurung hujan. Seorang bapak tua masuk ke dalam kantor tersebut.

“Pak, bu, ini saya jualan nasi ama lauk. Ada ikan, ayam, jengkol, gorengan dan sayur buntil…nasi bungkusnya juga ada…baru dimasak ama istri saya.

Saya dan Mona mendekati bapak ini untuk melihat dagangan nasi dan lauk pauk milik pak tua. Hmm boleh juga, pikir saya dalam hati, setelah melihat dagangan yang dibawa pak tua.

Beberapa saat setelah itu, Mona bertanya :”Makannya pake apa pak?"


"Ini ada sendoknya…bersih kok bu", ujar pak tua
Saya langsung memilih makan nasi pake ayam bumbu dan Mona memilih nasi pake jengkol dan sayur buntil.

Di sela-sela makan, saya membuka percakapan dengan pak tua.
“Kok masih jualan pak”? tanya saya
“Saya nggak mau ngarepin uang dari anak, saya masih bisa usaha sendiri. “
“Oh, begitu , jawab saya seraya takjub.
“Dulu, saya karyawan UNITEX selama 34 tahun. Setelah pensiun, saya jualan nasi bungkus, Sehari saya ngejualin 8 nasi bungkus dan lauknya, yang masak istri saya. Saya jualan kayak gini udah 9 tahun.

“Umur bapak sekarang berapa?” tanya saya lagi.
“64 tahun, anak saya dua orang perempuan…yang satu kuliah di Jakarta dan yang satu lagi kuliah di Afrika. Meskipun sudah tua saya nggak mau cuma duduk-duduk di rumah…nanti malahan kena stroke. Saya lebih suka ngider jualan nasi kayak begini.”

“Bapak hebat, umur 64 tahun masih bisa jualan nasi,” ujar saya lagi.
“Kalau diem di rumah malahan pusing, prinsip saya apapun yang terjadi dalam hidup ini harus disyukuri, saya hanya ingin membuat Allah tersenyum,” jawab pak tua.

“Nanti, kalau saya kangen masakan istri bapak, saya datang ke sini aja ya buat beli nasi bungkus”, ujar saya. “Iya, saya jualan tiap hari kok pak”, jawab pak tua ramah.

Belakangan, saya tahu nama pak tua yang hebat ini adalah Pak Ali.
Sampai jauh malam saya masih memikirkan ucapan Pak Ali: Saya ingin membuat Allah tersenyum. Saya rasa Pak Ali sudah berhasil melukis senyum di wajah Allah. Terima kasih Pak Ali untuk nasihat hebatnya.

Senin, 03 Oktober 2011

Menampilkan entri terbaru dengan label Cerita Inspiratif. Tampilkan entri lawas Menampilkan entri terbaru dengan label Cerita Inspiratif. Tampilkan en

Papi saya ,Yunasrun Manaf Lubis (almarhum) perokok berat. Satu hari ia bisa menghabiskan 32 batang rokok, bahkan lebih. Papi saya jarang berolah raga, suka sekali minum kopi hitam (kental), dan setiap kali saya ingatkan tentang bahaya merokok ia selalu bilang : "Umur di tangan Tuhan, kalau mati ya mati aja, merokok nggak merokok tetap mati." Beliau mati mendadak (meninggal dunia) kena serangan jantung pada usia 55 tahun.

"Pi, apa sih enaknya ngerokok?" tanya saya penasaran.
"Nggak ada, rasa asap doang. Nggak ada untungnya" makanya Bobby jangan merokok, jawab beliau.
"Lho, kok papi ngerokok? kejar saya lagi.
"Abis gimana, udah kecanduan, kalau nggak ngerokok seperti ada sesuatu yang kurang," jawab papi saya.

Sumber : http://matakuceritaku.blogspot.com/search/label/Cerita%20Inspiratif


Teman sepermainan saya di rumah yang cowok-cowok (kelas 4 SD) memulai karier merokok pertama mereka lewat rokok daun kaung. Ada juga yang patungan dari uang jajan buat beli rokok Minak Djinggo buat menjajal "gimana sih enakya rokok itu?". Harganya kala itu masih dua puluh lima rupiah. Mereka merokok di kuburan biar nggak dilabrak bapak-bapak mereka yang galak.

Peristiwa ini membuat urat penasaran saya tergelitik. Diam-diam saya lalu mengumpulkan sisa-sisa puntung rokok milik papi saya. Saya kupas puntung rokok itu satu-persatu. Saya melinting rokok pertama saya dari sisa tembakau puntung-puntung rokok tersebut. Setelah selesai, rokok itu pun saya sulut. Hisapan pertama membuat saya batuk-batuk. Saya kapok, dan berjanji nggak bakalan ngerokok, ternyata rokok itu bikin batuk. Hilang sudah rasa penasaran ini. Sejak hari itu sampai detik ini saya tidak pernah menyentuh rokok.

Iklan rokok di tv, menurut saya keren sih, tapi menyesatkan. Iklan rokok adalah satu-satunya iklan di dunia yang tidak menampilkan "si rokoknya".

"Laki-laki harus merokok, kalau nggak merokok banci," begitu celoteh teman SMP saya. Betapa pun kerasnya mereka membujuk, saya tetap teguh pada pendirian untuk tidak merokok.

Rokok menjadi barang haram di sekolah, terutama buat anak laki-laki apalagi perempuan. Buat para guru yang terhormat, rokok dihalalkan. Pernah suatu hari ketika saya kelas 1 SMP, teman sekelas saya tertangkap basah. Di tasnya ditemukan sebungkus rokok. Dia dihukum. 3 batang rokok dijejalkan di mulutnya lalu dinyalakan.

"Ayo hisap sepuasmu" bentak guru terhormat itu.
"Iya pak," dengan susah payah mereka melakukan itu atas dasar pembelajaran yang aneh.

Bukan itu hukuman yang tepat. Mereka seharusnya disuruh membuat kliping tentang bahaya merokok.
Apa aja sih kandungan rokok? Kenapa rokok dilarang? Apa daya rusak rokok buat kesehatan? Kalau rokok dilarang kenapa guru-guru merokok? Apakah paru-paru dan jantung bapak-bapak guru tersebut tahan nikotin? Yang terpenting adalah guru harus memberi contoh untuk tidak merokok!

Memang betul pendapat almarhum papi saya bahwa tidak ada orang yang hidup selamanya. Merokok nggak merokok tetap mati. Tetapi menjaga kesehatan dengan tidak merokok adalah salah satu cara bersyukur yang indah.

Tubuh ini pinjaman Tuhan. Jangan biarkan jantung dan paru-paru meradang diserbu asap rokok bertubi-tubi. Tidak merokok adalah salah satu wujud mencintai anak dan istri. Coba lihat di dalam bungkus rokok tertulis peringatan : "Rokok dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan impotensi.

Seandainya saya mati muda, Queency dan bundanya akan pontang panting untuk membiayai hidup
dan membayar uang sekolah yang semakin hari semakin mahal.

Soal merokok dan tidak merokok memang merupakan pilihan. Sebab sesuai aturan hukum positif Indonesia rokok meski sudah dilabeli pemerintah sebagai zat beracun bagi kesehatan dan difatwakan haram oleh Muhamadiyah, rokok masih boleh dikonsumsi.

Selamat memilih, saya telah telah memilih untuk tidak merokok.

Minggu, 02 Oktober 2011

Katak di Atas Tempurung

Beberapa hari yang lalu, seorang teman curhat. Pusing dengan rencana perusahaan untuk mem-PHK-kan karyawannya. Tidak tanggung-tanggung, 300 orang. Kenapa pusing? Yah karena perusahaan tempat dia bekerja pasti akan menghadapi masalah yang cukup rumit, sehingga jauh-jauh hari sebelum PHK dilakukan, mereka sudah mencari lawyer untuk mengurus semua proses.


Dua hari sebelumnya juga seorang teman menjerit, karena seorang karyawan di kantornya, tiba-tiba dipecat, hanya karena kesalahan yang menurut dia sepele, yaitu menitipkan kunci kantor di warung depan perkantoran. Hmm kesannya kesalahan yang sepele yah, tetapi itu memang suatu keteledoran. Kasihan yah, keluarga di Bandung, menanti kepulangannya di hari lebaran, tetapi harus membawa berita buruk.

Seorang teman yang lain bercerita, ketika sore-sore naik angkot, seorang laki-laki yang duduk di depan mengeluh pada pak supir, dia baru saja di PHK, padahal sudah dekat lebaran. Mungkin banyak sekali keadaan seperti ini di sekitar kita, atau mungkin menimpa kita sendiri. Yang lebih menyedihkan lagi, kebanyakan dari kita dibentuk menjadi pekerja, sehingga selalu berharap mendapatkan pekerjaan. Sesuatu yang semakin hari semakin susah.

Lihat saja sekarang, tidak ada lagi perusahaan yang mengangkat karyawan tetap. Semua dengan dengan sistem kontrak. Walau akhirnya bekerja bertahu-tahun, tetap saja statusnya karyawan kontrak yang harus renew kontrak setiap tahun. Kalau sudah begini, mau menyalahkan siapa. Perusahaan yang tidak menerima lamaran kerja Anda, perusahaan yang memecat anda? Seharusnya kita mulai merubah cara berpikir.

Ketika berdoa, jangan berdoa untuk mendapatkan pekerjaan. Berdoalah untuk mendapat kesuksesan dalam setiap usaha kita. Mudah-mudahan, sukses datang untuk anda. PHK bukan berarti kiamat, Allah sebaik-baiknya pemberi rejeki.

Rezeki telah dihamparkan di muka bumi. Cicak yang nemplok di dinding, nyamuk yang setiap kali mencari makan terancam ditepuk sampai mati pun dijamin rejekinya oleh Allah. Gaji Anda hanya sepuluh persen dari rezeki yang digariskan, sementara 90 persen yang lain harus dicari.

Inilah sebabnya seorang pengusaha bisa lebih kaya dari seorang pegawai. Karena ia selalu mencari yang 90 persen miliknya. Banyak peluang di sekitar kita, tetapi mata kita buta untuk melihat. Yang dipikirkan hanya gedung-gedung megah perkantoran, outfit kantor yang keren, jam kerja yang teratur. Kita tidak melihat, di sekitar kita tersebar 90 persen peluang meraih rezeki.

Saya ingat, seorang adik kelas sewaktu kuliah, cerdas, gigih dan bersemangat untuk belajar. Kuliah di perguruan tinggi favorit yang terkenal dengan biaya kuliah yang cukup tinggi dan mahasiswa dari kalangan berada. Saya tidak pernah tahu kehidupannya, hingga dia mengundang saya dalam pernikahan sederhananya.
Mobil saya parkir di pinggir rel kereta api seperti petunjuk di undangannya. Melangkah kaki dengan bingung, karena memasuki wilayah pemulung di pinggiran rel. Setengah tidak percaya, tapi di situ tempat acara berlangsung. Saya temui sang pengantin yang berbahagia dengan sedikit kebingungan. Dan luar biasaaaaa, membuat mata saya terbuka,

Betapa ayahnya berawal dari pemulung hingga menjadi pengumpul limbah khusus botol kaca. Memiliki cita-cita tinggi, sehingga mampu menyekolahkan anak-anaknya di perguruan tinggi yang terkenal mahal, malah seorang kakaknya kuliah di fakultas kedokteran. Benar-benar, kita harus berkaca dengan kesuksesannya. Tidak bergelimang kemewahan, tetapi memiliki banyak harta untuk mencapai impian. Dan semua dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar ... mengumpulkan limbah.

Jadi kalau kita masih terdaftar sebagai karyawan, persiapkan diri untuk mencari peluang menjadi mandiri. Tidak ada bos, tidak ada PHK, tidak ada tekanan. Yang ada adalah diri kita dan seberapa keras usaha kita meraih sukses. Jangan berfikir semua harus ada modal dana, karena diri kita adalah modal utama.


Sumber : kolom kita

Sabtu, 01 Oktober 2011

3 HAL YANG DIBERIKAN TUHAN KEPADA KITA

⌣»̶►Ada  Hal dlm hidup
yg tdk bisa kembali :
. Waktu 
. Kata-kata 
. Kesempatan 


⌣»̶►Ada  Hal yg dapat menghancurkan hidup seseorg :
. Kemarahan 
. Keangkuhan 
. Dendam 


⌣»̶►Ada  Hal yg tdk boleh hilang :
. Harapan 
. Keikhlasan 
. Kejujuran 


⌣»̶►Ada  Hal yg paling berharga :
. Kasih Sayang 
. Cinta 
. Kebaikan 


⌣»̶►Ada  Hal dlm hidup yg tdk pernah pasti :
. Kekayaan 
. Kesuksesan 
. Mimpi 


⌣»̶►Ada  Hal yg membentuk karakter se2org :
. Komitmen 
. Ketulusan 
. Kerja keras 


⌣»̶►Ada  hal yg membuat kita sukses :
. Tekad 
. Kemauan 
. Fokus 


⌣»̶► Ada  hal yg tdk pernah kita tahu :
. Rejeki 
. Umur 
. Jodoh .