ECHA JIE KOWDONG......BUKAN JIE SAPA2...

Jumat, 05 Agustus 2011

BENARKAH SETAN DIRANTAI DI BULAN PUASA?

Tunjukkan aku jalan lurus-Mu..untuk menggapai surga-Mu. Terangiku dalam setiap langkah hidupku. Karena kutahu, hanya Kau Tuhanku…(SurgaMu-Ungu)

Lagu ini meloowwww banget..sampe kadang-kadang pingin nangis kalo denger. Apalagi kalo inget bagaimana seseorang yang pernah mengisi hari-hariku, pernah membawakan lagu ini dengan sangat mendayu-dayu (eh..apa hubungane? Dasar pengarang, sukanya melankolis sendiri!)

Gini, masih inget nggak…ketika kita masih duduk di bangku sekolah dulu, guru agama kita selalu mengatakan bahwa setiap bulan Ramadan tiba semua setan dibelenggu dan dirantai. SEkarang pun, dokma semacam itu masih sering dijejalkan ke telinga kita. Namun, peristiwa kemarin itu, justru memunculkan tanya di benakku: Benarkah setan itu dibelenggu selama Bulan Puasa?

Ini kejadian nyata. Pada, Minggu (16/9), ada seorang lelaki tua datang ke Griya Solopos. Kebetulan, aku yang menemui dia (harap dicatat, sekali pun kantorku ini merupakan media penerbitan, namun dalam praktiknya masyarakat kerap datang untuk mengadukan berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Mulai dari masalah sepele ke masalah hukum yg berat dan kadang rawan konflik. Jadi, tak heran bila aku bisa dikit2 kasi nasehat ala pengacara, psikolog hingga ke konsultan perkawinan, saking seringnya disambati hehehe). Bapak yang udah sepuh dan jauh-jauh datang dari Boyolali ini mengisahkan tentang kisah tragis yang menimpa keponakannya, sebut saja Kantil yang baru berusia 5 tahun. Bocah malang ini telah menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri, sebut aja Koplo, yang udah berusia 70 th! Peristiwa pencabulan yang dilakukan oleh kakek cabul itu terjadi Jumat (14/9) pukul 11.00 WIB (tepat di saat kaum lelaki seharusnya pergi Jumatan). Nah, bukankah Jumat itu merupakan hari kedua di Bulan Ramadan? Berita selengkapnya, bisa dibaca di situs resmi SOLOPOS, yaitu www.solopos.com

Bila mengingat peristiwa pencabulan yang menimpa Kantil di hari kedua puasa itu, Benarkah setan benar-benar dibelenggu pas Bulan Puasa? Siapa yang bisa jawab..ayo, Anda2 yang bergelar haji, Pak Ustadz, Pak Kiai, tolong jawab pertanyaanku sebab aku sangat ingin tau apa penjelasan logis atas hal ini! Bukankah syahwat yang tak terkendali itu asalnya juga dari setan?

Moral cerita ini adalah peristiwa ini juga mengingatkan kepada kita bahwa friend itu bisa jadi foe! Orang yang selama ini kita percaya, bisa berubah menjadi musuh yang sewaktu-waktu siap menghancurkan idup kita! Sebab, si kakek cabul itu ternyata bukan orang asing yang sama sekali belum dikenal Kantil. Sebaliknya, si kakek cabul itu justru udah dianggep layaknya keluarga sendiri oleh orangtua dan Kantil. Maka, tak heran jika Kantil sama sekali tak menaruh curiga ketika diajak masuk ke rumah si kakek cabul itu (sebab, Kantil emang biasa main-main di rumah si kakek cabul itu dan biasanya nothing happend gitu).

Tidak perlu heran! Berdasarkan penelitian Yayasan Kakak (yayasan yang concern terhadap masalah-masalah perempuan dan anak-anak) diketahui hampir 90% pelaku kasus pelecehan, pencabulan dan perkosaan biasanya memang orang-orang terdekat korban. Mereka itu bisa aja Paman, Kakek, tetangga hingga ke pacar. Karena itu, masih pantaskah bila kita selalu beranggapan bahwa friend is friend dan foe is foe? Masih pantaskah kita selalu memandang sinis orang-orang yang menurut kriteria umum layak dimusuhi dan sebaliknya justru menaruh kepercayaan berlebih terhadap orang yang selama ini kita anggap teman? Bingung ta..? Rasah bingung. Emang beginilah kehidupan dan ini tak bisa dipelajari hanya lewat bacaan atau ngaji thok. Kita harus selalu buka mata, buka telinga dan mendengarkan lewat hati kita..

Hal-hal seperti inilah yang kadang membuatku capek deeeh. Sehari-hari aku langsung dibenturkan dengan borok2 keidupan dan menerima berbagai keluhan berisi penderitaan manusia. Capek, karena aku merasa tak bisa berbuat banyak untuk membuat bumi ini menjadi tempat yang lebih layak untuk hidup. Capek, karena di luar sana ada begitu banyak manusia-manusia bejat yang hanya mementingkan diri sendiri…sementara, tanganku tak cukup panjang untuk menjangkau mereka untuk menyadarkan mereka..Berilah aku kekuatan Ya Allah. Yang bisa kulakukan hanya sebatas menulis karena aku berharap tulisanku bisa memberikan penyadaran dan pencerahan kepada masyarakat. Biar masyarakat tahu dan semakin cerdas itulah misi utamaku menjadi reporter! Hidup reporter!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar