ECHA JIE KOWDONG......BUKAN JIE SAPA2...

Senin, 18 Juli 2011

Keperawanan dan Keperjakaan, Pentingkah?

Keperawanan dan Keperjakaan adalah Anugerah Allah SWT. yang tak ternilai harganya sekaligus sebagai simbol harga diri (kehormatan) seseorang yang tidak akan pernah tergantikan. Namun apalah daya, jika nafsu telah merasuki jiwa maka semuanya akan sirna sehingga harga diripun tidak lebih berharga dari pada uang yang bisa habis dalam sekejap.

Jika Keperawanan seorang Perempuan umumnya dituntut oleh seorang Lelaki, khususnya yang hendak beranjak ke jenjang pernikahan, bagaimanakah dengan Keperjakaan Lelaki?. Dan bagaimana pula dengan Perempuan, apakah mereka juga bisa menuntut hal yang sama?

Firman Allah SWT.:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)". (Q.S. An-Nur: 26)

Mengacu pada Kaidah Ushul Fiqh: "Qiyas", maka makna dari ayat al-Qur'an di atas dapat dikiaskan bahwa jika seorang Lelaki mendambakan Perempuan yang Shalehah dan menjaga Kehormatan (Keperawanan) nya, saya kira hal yang wajar jika seorang Perempuan pun menuntut hal yg sama, mendambakan Lelaki yang Saleh dan menjaga Kehormatan (Keperjakaan) nya.

Dengan demikian, menurut saya menjaga Keperjakaan seorang Lelaki adalah sama pentingnya seperti halnya seorang Wanita menjaga Keperawanannya. Cukup adil, karena tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan kecuali dalam keadaan tertentu mungkin tidak dipermasalahkan.

Tapi berhati-hatilah kepada Lelaki yang Saleh, tidak sedikit di zaman sekarang ini Wanita Perawan jadi-jadian hehe... maksudnya adalah Perawan hasil Operasi. Karena ini adalah tindakan penipuan dan menggambarkan karakteristik seorang perempuan tersebut yang sebenarnya, kecuali dalam keadaan tertentu.

Terakhir, mohon maaf.. dengan tulisan ini bukan berarti saya merasa diri paling benar, bersih dan suci. Saya pun hanyalah manusia biasa yang tak luput dari khilaf dan dosa. Ini hanyalah sekedar coretan kecil yang mudah-mudahan bisa jadi cermin untuk kita semua khususnya untuk diri saya pribadi, akan pentingnya sebuah kehormatan (harga diri). Walau saya pun menyadari bahwa persefsi dan asumsi orang berbeda-beda tergantung dari sudut mana memandangnya. Wallahu'alam..


Sumber: http://www.ramdhan.co.cc/2010/05/keperawanan-dan-keperjakaan-pentingkah.html#ixzz1PcCcRmvh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar