Perasaan memang selalu memaksa kita untuk mengingat apa yang kita sukai dan senangi, namun terkadang apa yang sedang kita rasakan sering bertolak belakang dengan apa yang kita ingin kan. Apalagi apa yang sedang kita rasakan sangat menyiksa diri kita, menari nari dipikiran kita bahkan sempat juga menggoyahkan jati diri sebagai manusia, hidup memang penuh dengan lika- liku dan pernak pernik yang mewarnai hari- hari kita, namun besar kecil lika liku itu tergantung cara kita memandang dan menilai serta menyelesaikan nya, perasaan juga terkadang sangat menyiksa diri kita dimanapun kita berada asal perasaan tak menyenangkan menghampiri kita rasa tak nyaman akan selalu menemani kita.
Dahulu pernah ada perdebatan antara saidina Ali Bin Abi Thalib dengan sahabat sahabat beliau, yang memperdebatkan siapa makhluk Allah yang paling kuat, ada ayng mengatakan Gunung makhluk Allah yang paling kuat karna berdiri kokok menjulang dibumi, namun saidina Ali menjawab gunung masih bisa diruntuhkan dengan menggunakan besi, jadi makhluk Allah yang paling kuat adalah besi kata sahabat yang lain saidina Ali juga menjawab besi masih bisa diluluhkan dengan Api, kemudian sahabat lain juga mengatakan Api lah makhluk Allah yang paling kuat, saidina Ali radhiallahu ‘anhu menjawab Api juga bisa dipadamkan dengan air, jadi makhluk Allah yang paling kuat adalah air kata sahabat lainnya lagi, namum Saidina Ali juga masi punya alasan lain bahwa Air bisa hilangkan dengan Angin dimana Angin bisa membawa awan mendung untuk menurunkan hujan, maka sahabat mengatakan bahwa anginlah makhluk Allah yang paling kuat dengan topan nya dan badainya, tapi Ali Ra juga masi membantah bahwa manusia lebih pintar dari angin, manusia masi bisa menghindari dan tau akan datang nya angin topan, maka para sahabat memutuskan bahwa manusia adalah makhluk Allah yang paling kuat, saat itu saidina Ali masi punya alasan lain untuk membantah bahwa manusia bisa dikalahkan dengan rasa “Sedih”, saat rasa kesediahan menghampiri kita tak ada satu hal pun yang menyenangkan untuk kita lakukan kita hanya bisa terpaku, pilu dan larut dalam kesedihan, jadi makhluk Allah yang paling kuat adalah “Rasa Sedih”.
Kini “makhluk Allah” yang paling kuat itu sedang menghampiri ku, menemani setiap langkahku, menjadi mimpi dalam tidurku. Setiap kita pasti akan mengalami kehilangan dan rasa kehilangan itu kabanyakan membawa kita untuk merasakan kesedihan yang mendalam apalagi kita kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam diri kita, terima atau tidaknya suatu saat kita tak pernah bisa memilikinya lagi.
Namun bagaimana jika kita tidak bisa melupakanapa yang telah hilang dari kita, selalu terbayang,menari nari dalam angan, bahkan selalu ada bisikan dari dalam hati kita untuk mengenang dirinya, bagaimana jika rasa seperti itu yang tak pernah kita undang selalu menghampiri kita, tak ada daya upaya untuk melupakan nya, terlebih itu adalah sebuah cinta yang selalu menjadi kenangan yang terindah dalam hidup kita. Aku pun mulai menyadarinya bagaimana jika perasaan itu menghampiriku dan menemaniku setiap waktu, aku rasa dia kan datang dalam waktu dekat ini dan aku pun akan menghadapi “makhluk Allah” yang paling kuat itu, tapi sayangnya aku belum tau cara bagaimana menghadapinya, apakah aku membiarkan diriku dipukul, bahkan hingga remuk, hingga patah tulang rusuk kiri” ku, dan aku pun terkulai tak berdaya.
Semoga Allah memberikan ku kekuatan walaupun untuk tidak mengalahkannya asalkan aku bisa bertahan, itu sudah lebih dari cukup,
“Saat Aku Tak Bisa melupakannya, Ada Doa yang Selalu Ku panjatkan
dalam sembah sujud ku.
Saat Aku Tak Bisa melupakannya, Ada RIndu yang tak pernah Padam.
Saat Aku Tak Bisa melupakannya, Ada CInta dan Kasih Sayang
Yang tak pernah hilang.
Dan Saat AKu Tak Bisa melupakannya, tak ada rasa yang
bisa Menggantikan.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar