FRANKFURT -- Staf Oberhausen Sea Life Center terkejut ketika menjalankan tugas rutinnya, Selasa, 26 Oktober pagi. Ketika hendak memberi makan Paul si Gurita, moluska malang itu ternyata sudah tak bernyawa. Hewan yang turut meramaikan helatan Piala Dunia 2010 dengan tebakan-tebakannya itu diperkirakan mati karena sebab alami.
"Manajemen dan juga seluruh staf Oberhausen Sea Life sangat sedih oleh kematian Paul. Dia, sebagaimana semua penghuni akuarium ini, sudah seperti keluarga bagi kami," kata Stefan Porwoll, manajer akuarium, sebagaimana dikutip Associated Press. "Sukses dia menebak pemenang laga telah membuat namanya lebih besar dari Piala Dunia itu sendiri," lanjutnya.
Menurut Porwoll, kematian Porwoll memang heboh. Tapi tidak terlalu mengejutkan. Sebab, umur moluska memang tidak panjang, hanya sekitar tiga sampai empat tahun. Usia Paul sendiri hampir tiga tahun. Dia lahir Januari 2008 lalu di Weymouth, Inggris.
"Sepertinya dia meninggal dengan tenang ketika sedang tidur. Penyebabnya murni usia yang sudah tua untuk ukuran gurita," jelas Porwoll. "Saya pikir, kehidupannya cukup menyenangkan di sini. Staf kami yang mendedikasikan diri untuk dia sudah memberikan perawatan standar tinggi," imbuh Porwoll.
Nama Paul sebagai peramal melejit setelah membukukan rekor seratus persen benar saat menebak pemenang laga yang melibatkan Jerman di fase grup. Termasuk, saat dia meramal Philipp Lahm dkk bakal bertekuk lutut kepada Serbia di laga kedua Grup D. Dua laga lainnya, melawan Australia dan Ghana, yang berakhir dengan kemenangan Die Mannschaft, sebutan Jerman, juga ditebak dengan benar.
Metode ramalan Paul cukup unik. Staf akuarium memasukkan dua jenis makanan yang berbeda di kotak kaca bening. Masing-masing kotak diberi bendera tim yang bakal berlaga. Makanan mana yang dipilih Paul bakal memenangkan pertandingan. Ini murni kebetulan karena Paul buta warna, dan jelas tidak tahu bendera negara mana yang menempel di kotak makanannya.
Selama Piala Dunia, Paul membukukan rekor seratus persen benar. Dia meramalkan Die Mannschaft kalah dari Spanyol di semifinal. Berdasarkan tebakannya, Spanyol juga bakal melaju menjadi juara.
Akibatnya, sikap publik padanya terbelah. Publik Spanyol memuji dia habis-habisan, bahkan seorang pembesar negeri itu berniat memeliharanya. Sementara publik dari negeri yang diramalkan kalah banyak yang murka. Seorang koki Argentina (yang dikalahkan Jerman di perempat final) bahkan berniat membunuh Paul dan menjadikannya makan malam.
Sebenarnya, tindakan staf akuarium yang memaksa Paul "meramal" mendapatkan kecaman dari kelompok penyayang binatang. Akuarium dianggap mengeksploitasi dia demi mendapatkan popularitas. Tak heran, setelah Piala Dunia, manajemen membebas tugaskan Paul dari profesi peramal. "Dia akan menjalankan tugas lamanya, yakni bersantai di akuarium, makan, dan menghibur anak-anak yang mengunjunginya," kata Porwoll kala itu.
Meski sudah pensiun, Paul masih mendapat order. Dia diminta memprediksikan siapa yang bakal jadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Kebetulan, bulan lalu FIFA sedang melakukan inspeksi kesiapan negara-negara peserta. Ternyata, kotak makanan yang dipilihnya adalah Inggris.
Kali ini, ramalan Paul memang belum tentu benar. Tapi, sea world Oberhausen tidak lagi mempedulikan hal itu. Mereka sudah berencana memberikan penghargaan yang cukup prestisius buat si gurita. Jasadnya akan dikremasi, lalu dikubur di kompleks sea world. (jpnn)
Ketika Hidup Hanya menghitung Hari,kita nggak tau kapan hidup ini berakhiR,cobalah Kiranya Kita Memaknai hidup yg sementara iNi...
Rabu, 27 Oktober 2010
Minggu, 10 Oktober 2010
Bahayanya rumah type 21
Ada keluarga muda, baru punya satu anak berumur 5 tahun bernama Ipung;
Mereka tinggal di perumahan type 21.
Karena rumah type 21 hanya ada 1 kamar tidur, praktis mereka : bapak, ibu, dan anak tidur
dalam satu kamar dan satu tempat tidur.
Sebenarnya tidak ada masalah, hanya setiap kali bapak sama ibu mau "bobo2 an" mesti kucing-kucingan,
nungguin Ipung tidur dulu.
Untuk memastikan apakah si Ipung udah tidur apa belum mereka mengetest dengan cara memanggil Ipung,
kalau Ipung menyahut berarti belum tidur, kalau Ipung diam berarti udah tidur, berarti aman untuk beraksi.
Suatu malam seperti biasa mereka lagi mood untuk beraksi, terlihat si Ipung sudah terlelap.
Maka sang bapak mencoba ngetes memanggil.
BAPAK : " Ipung ?!!! "
IPUNG : " Ya, pak ? "
Wah, ternyata Ipung belum tidur. Mereka terpaksa menunggu.
Setengah jam kemudian, gantian si Ibu mencoba ngetes lagi.
IBU : " Ipung ?!!! "
IPUNG : " Yaa, buuu ? "
BAPAK : " Gila, belum tidur juga! (gerutu si bapak dalam hati saking jengkelnya )
Terpaksa mereka menunggu lagi. Setengah jam ditest lagi,ternyata Ipung masih belum tidur juga.
Berkali-kali begitu terus.Akhirnya bapak-ibu kehabisan kesabaran, Ipung betul-betul dibangunin dan dimarahin habis-habisan. Ipung menangis dan bingung soalnya kan nggak tahu masalahnya apa.
Paginya di sekolah Ipung mengadu kepada ibu guru bahwa semalaman dimarahin habis-habisan oleh
orang tuanya Ibu guru bertanya kejadiannya, Ipung kemudian menjelaskan semuanya,
Ibu guru rupanya menangkap permasalah nya apa, maka kemudian dia menasehati Ipung,
"Ipung, kalau sudah malam di atas jam 10.00 Ipung harustidur, dan kalau bapak/ibu memanggil Ipung
tidak usah menyahut, pura-pura saja nggak mendengar" begitu ibu guru menasehati Ipung.
Malamnya Ipung mengikuti nasehat ibu guru.Beberapa kali Ipung dipanggil nggak menyahut, padahal Ipung sebenarnya mendengar karena memang belum tidur. Tapi karena takut dimarahi lagi, maka Ipung diam saja. Bapak-ibu sepakat bahwa Ipung sudah tidur.
Mereka juga sepakat untuk memulai permainan lalu mereka mematikan lampu. Ipung sebenarnya ketakutan karena gelap, tapi dia juga takut dimarahi maka dia diam saja.
Permainan pun makin berjalan seru. Heboh..... Menggairahkan.
Sampai Ipung juga keheranan krn tempat tidur terus bergoyang semakin keras dan cepat, tapi dia tetap
diam saja.Sampai akhirnya mereka sudah mau mencapai puncak permainan.
BAPAK : " Aduuuh,buu.. ... aku mau keluar !!!" (kata si bapak sambil gemeteran)
IBU : " Paaak, aaaku juga " (kata Si Ibu nggak mo'kalah)
IPUNG : " Ipung ikuuuuuut!!! ! " (Ipung langsung teriak ketakutan)
************ ********* ********* ********* ********* ****
Ipung lagi........ ......
Cerita ini masih berkaitan dengan si Ipung yang takut ditinggal keluar.
Pada suatu hari ketika Ipung sedang mendapat pelajaran bahasa indonesia, oleh gurunya seluruh murid
diminta untuk membuat kalimat dengan menggunakan kata lampu dan kata sarung.
Ketika sampai giliran si Ipung, dengan tenang Ipung membaca pekerjaannya :
"Bapak menjilat lampu dan Ibu menghisap sarung"
Tentu saja sang ibu guru terheran-heran dengan kalimat yang ditulis oleh Ipung.
Usai pelajaran Ipung dipanggil oleh bu guru dan kemudian ditanya darimana dia bisa menulis seperti itu.
Dengan menggebu-gebu Ipung bercerita: "Semalam waktu Ipung sedang tidur, seperti biasa.
Bapak/Ibu manggil Ipung, tapi Ipung diam saja soalnya takut dimarahi. Habis itu Bapak nyuruh ibu :
"Bu, lampunya dimatiin biar Bapak bisa jilatin", terus Ibu nyahutin :
"Ya dech.. kalau gitu Bapak sarungnya dibuka biar Ibu bisa isap....... ..."
GURU : ?????????
************ ********* ********* ********* ********* ****
Ipung lagi- Ipung lagi.......>
Kali ini Ipung, udah masuk SD... Suatu hari, akan diadakan ujian.. namun guru berbaik hati,
GURU : Coba kalian hapalkan dulu ya, Ibu kasih waktu 15 menit untuk menghapal..
Semua murid membaca buku catatannya dengan serius.
Tapi Ibu guru memperhatikan hal yang cukup unik, Ipung membaca buku catatan sambil melakukan sesuatu yaitu meludah di tangannya dan mengeluskan tangan tsbdi kepalanya.. terus berulang-ulang.
Akhirnya karena penasaran, ibu Guru pun bertanya,
GURU : Ipung, kamu sedang apa?
IPUNG : Menghapal, bu Guru..
GURU : Tapi kok sambil ngelus-ngelus kepala pake ludah gitu?
IPUNG : Ibu saya suka bilang sama bapak, biar gampang masuknya dikasih ludah aja kepalanya
GURU : Ohhhh..... Ternyata Ipung masih tidur bareng ibu & bapaknya..
Maklum rumah type 21...
Mereka tinggal di perumahan type 21.
Karena rumah type 21 hanya ada 1 kamar tidur, praktis mereka : bapak, ibu, dan anak tidur
dalam satu kamar dan satu tempat tidur.
Sebenarnya tidak ada masalah, hanya setiap kali bapak sama ibu mau "bobo2 an" mesti kucing-kucingan,
nungguin Ipung tidur dulu.
Untuk memastikan apakah si Ipung udah tidur apa belum mereka mengetest dengan cara memanggil Ipung,
kalau Ipung menyahut berarti belum tidur, kalau Ipung diam berarti udah tidur, berarti aman untuk beraksi.
Suatu malam seperti biasa mereka lagi mood untuk beraksi, terlihat si Ipung sudah terlelap.
Maka sang bapak mencoba ngetes memanggil.
BAPAK : " Ipung ?!!! "
IPUNG : " Ya, pak ? "
Wah, ternyata Ipung belum tidur. Mereka terpaksa menunggu.
Setengah jam kemudian, gantian si Ibu mencoba ngetes lagi.
IBU : " Ipung ?!!! "
IPUNG : " Yaa, buuu ? "
BAPAK : " Gila, belum tidur juga! (gerutu si bapak dalam hati saking jengkelnya )
Terpaksa mereka menunggu lagi. Setengah jam ditest lagi,ternyata Ipung masih belum tidur juga.
Berkali-kali begitu terus.Akhirnya bapak-ibu kehabisan kesabaran, Ipung betul-betul dibangunin dan dimarahin habis-habisan. Ipung menangis dan bingung soalnya kan nggak tahu masalahnya apa.
Paginya di sekolah Ipung mengadu kepada ibu guru bahwa semalaman dimarahin habis-habisan oleh
orang tuanya Ibu guru bertanya kejadiannya, Ipung kemudian menjelaskan semuanya,
Ibu guru rupanya menangkap permasalah nya apa, maka kemudian dia menasehati Ipung,
"Ipung, kalau sudah malam di atas jam 10.00 Ipung harustidur, dan kalau bapak/ibu memanggil Ipung
tidak usah menyahut, pura-pura saja nggak mendengar" begitu ibu guru menasehati Ipung.
Malamnya Ipung mengikuti nasehat ibu guru.Beberapa kali Ipung dipanggil nggak menyahut, padahal Ipung sebenarnya mendengar karena memang belum tidur. Tapi karena takut dimarahi lagi, maka Ipung diam saja. Bapak-ibu sepakat bahwa Ipung sudah tidur.
Mereka juga sepakat untuk memulai permainan lalu mereka mematikan lampu. Ipung sebenarnya ketakutan karena gelap, tapi dia juga takut dimarahi maka dia diam saja.
Permainan pun makin berjalan seru. Heboh..... Menggairahkan.
Sampai Ipung juga keheranan krn tempat tidur terus bergoyang semakin keras dan cepat, tapi dia tetap
diam saja.Sampai akhirnya mereka sudah mau mencapai puncak permainan.
BAPAK : " Aduuuh,buu.. ... aku mau keluar !!!" (kata si bapak sambil gemeteran)
IBU : " Paaak, aaaku juga " (kata Si Ibu nggak mo'kalah)
IPUNG : " Ipung ikuuuuuut!!! ! " (Ipung langsung teriak ketakutan)
************ ********* ********* ********* ********* ****
Ipung lagi........ ......
Cerita ini masih berkaitan dengan si Ipung yang takut ditinggal keluar.
Pada suatu hari ketika Ipung sedang mendapat pelajaran bahasa indonesia, oleh gurunya seluruh murid
diminta untuk membuat kalimat dengan menggunakan kata lampu dan kata sarung.
Ketika sampai giliran si Ipung, dengan tenang Ipung membaca pekerjaannya :
"Bapak menjilat lampu dan Ibu menghisap sarung"
Tentu saja sang ibu guru terheran-heran dengan kalimat yang ditulis oleh Ipung.
Usai pelajaran Ipung dipanggil oleh bu guru dan kemudian ditanya darimana dia bisa menulis seperti itu.
Dengan menggebu-gebu Ipung bercerita: "Semalam waktu Ipung sedang tidur, seperti biasa.
Bapak/Ibu manggil Ipung, tapi Ipung diam saja soalnya takut dimarahi. Habis itu Bapak nyuruh ibu :
"Bu, lampunya dimatiin biar Bapak bisa jilatin", terus Ibu nyahutin :
"Ya dech.. kalau gitu Bapak sarungnya dibuka biar Ibu bisa isap....... ..."
GURU : ?????????
************ ********* ********* ********* ********* ****
Ipung lagi- Ipung lagi.......>
Kali ini Ipung, udah masuk SD... Suatu hari, akan diadakan ujian.. namun guru berbaik hati,
GURU : Coba kalian hapalkan dulu ya, Ibu kasih waktu 15 menit untuk menghapal..
Semua murid membaca buku catatannya dengan serius.
Tapi Ibu guru memperhatikan hal yang cukup unik, Ipung membaca buku catatan sambil melakukan sesuatu yaitu meludah di tangannya dan mengeluskan tangan tsbdi kepalanya.. terus berulang-ulang.
Akhirnya karena penasaran, ibu Guru pun bertanya,
GURU : Ipung, kamu sedang apa?
IPUNG : Menghapal, bu Guru..
GURU : Tapi kok sambil ngelus-ngelus kepala pake ludah gitu?
IPUNG : Ibu saya suka bilang sama bapak, biar gampang masuknya dikasih ludah aja kepalanya
GURU : Ohhhh..... Ternyata Ipung masih tidur bareng ibu & bapaknya..
Maklum rumah type 21...
Jumat, 08 Oktober 2010
KEKUATAN PIKIRAN
Baik buruknya kehidupan kita sangat ditentukan oleh pikiran, sebab pikiran merupakan kekuatan paling menakjubkan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia.
Hampir semua sistem kehidupan kita, gerak tubuh, suasana hati, bahkan hidup kita...dikontrol oleh pikiran.
Kendalikan pikiran kearah positif maka kita tidak menjadi sosok yang EMOSIONAL melainkan FAKTUAL. Hidup kita akan bahagia, percaya diri, optimis dan penuh gairah.
Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang FAKTUAL, yaitu orang yang selalu bertindak dan bersikap berdasarkan fakta....tetapi apabila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita maka kita termasuk orang yang EMOSIONAL (sensitif).
Orang FAKTUAL biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetail sebelum dimasukkan ke 'hati'. Sebaliknya orang SENSITIF akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, tetapi langsung memasukkannya ke dalam 'hati'...atau dengan kata lain ia mengolah informasi dengan perasaannya.
Ciri yang mendasar yang terdapat pada pribadi orang FAKTUAL adalah cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya orang SENSITIF cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.
Dengan mengoptimalkan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan kearah yang kita inginkan. Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi optimis, atau bosan menjadi penuh gairah.
Sehingga tidak salah jika seorang filsuf yang bernama Marcus Aurelius berpandangan bahwa "Hidup kita ditentukan oleh pikiran"
Kesimpulan dari keseluruhan topik ini adalah "Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena semuanya tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita". Kendalikan pikiran kita, jangan biarkan ia membuat perasaan tidak nyaman, senantiasa persepsikan kenyataan secara positif. Bila perlu berusahalah tersenyum dalam menghadapi situasi sesulit apapun, ada saat-saat dimana kita harus pasrah dan tertawa"
"Humor dalam hidup ini sangat penting, jangan lupa bahwa hal-hal sederhana ini dapat membantu kita mempertahankan perspektif" (Dale Carnegie)
"Kalau ada masalah, rilekslah. Santai saja. Pikirkan saja apa yang akan kita lakukan selanjutnya, dan apa tindakan kita untuk itu" (Stanley R Welty).
Memang, ada banyak hal yang menyakitkan, yang membuat kita cemas atau kesal. Namun jangan larutkan diri di dalamnya. Jangan biarkan masalah apapun membuat kita patah semangat. Berpikirlah pada hal-hal positif yang bisa kita lakukan. Biarkan semua berlalu tanpa meninggalkan luka fatal. Dengan begitu kita akan menjadi orang tangguh yang tidak mudah jatuh. Pikiran kita akan menjadi terbiasa untuk selalu positif, dan kita akan lebih mudah mencapai CITA-CITA....
......bukan cuma itu, pikiran positif serta kepercayaan diri kita akan menarik orang lain bergabung dengan kita. Mereka tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri menghadapi semua masalah. Malah dengan senang hati menemani dan membantu kita melewati semua kesulitan. Dan yang lebih penting hidup kita menjadi lebih MENYENANGKAN.
" Kita lebih tertarik membuat orang percaya bahwa kita bahagia dari pada berusaha membuat diri bahagia" (Duc de la Rochefoucauld)
Hampir semua sistem kehidupan kita, gerak tubuh, suasana hati, bahkan hidup kita...dikontrol oleh pikiran.
Kendalikan pikiran kearah positif maka kita tidak menjadi sosok yang EMOSIONAL melainkan FAKTUAL. Hidup kita akan bahagia, percaya diri, optimis dan penuh gairah.
Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang FAKTUAL, yaitu orang yang selalu bertindak dan bersikap berdasarkan fakta....tetapi apabila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita maka kita termasuk orang yang EMOSIONAL (sensitif).
Orang FAKTUAL biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetail sebelum dimasukkan ke 'hati'. Sebaliknya orang SENSITIF akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, tetapi langsung memasukkannya ke dalam 'hati'...atau dengan kata lain ia mengolah informasi dengan perasaannya.
Ciri yang mendasar yang terdapat pada pribadi orang FAKTUAL adalah cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya orang SENSITIF cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.
Dengan mengoptimalkan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan kearah yang kita inginkan. Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi optimis, atau bosan menjadi penuh gairah.
Sehingga tidak salah jika seorang filsuf yang bernama Marcus Aurelius berpandangan bahwa "Hidup kita ditentukan oleh pikiran"
Kesimpulan dari keseluruhan topik ini adalah "Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena semuanya tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita". Kendalikan pikiran kita, jangan biarkan ia membuat perasaan tidak nyaman, senantiasa persepsikan kenyataan secara positif. Bila perlu berusahalah tersenyum dalam menghadapi situasi sesulit apapun, ada saat-saat dimana kita harus pasrah dan tertawa"
"Humor dalam hidup ini sangat penting, jangan lupa bahwa hal-hal sederhana ini dapat membantu kita mempertahankan perspektif" (Dale Carnegie)
"Kalau ada masalah, rilekslah. Santai saja. Pikirkan saja apa yang akan kita lakukan selanjutnya, dan apa tindakan kita untuk itu" (Stanley R Welty).
Memang, ada banyak hal yang menyakitkan, yang membuat kita cemas atau kesal. Namun jangan larutkan diri di dalamnya. Jangan biarkan masalah apapun membuat kita patah semangat. Berpikirlah pada hal-hal positif yang bisa kita lakukan. Biarkan semua berlalu tanpa meninggalkan luka fatal. Dengan begitu kita akan menjadi orang tangguh yang tidak mudah jatuh. Pikiran kita akan menjadi terbiasa untuk selalu positif, dan kita akan lebih mudah mencapai CITA-CITA....
......bukan cuma itu, pikiran positif serta kepercayaan diri kita akan menarik orang lain bergabung dengan kita. Mereka tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri menghadapi semua masalah. Malah dengan senang hati menemani dan membantu kita melewati semua kesulitan. Dan yang lebih penting hidup kita menjadi lebih MENYENANGKAN.
" Kita lebih tertarik membuat orang percaya bahwa kita bahagia dari pada berusaha membuat diri bahagia" (Duc de la Rochefoucauld)
Rabu, 06 Oktober 2010
sahabat
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama
karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
** Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri ** «Dalam masa kesuksesan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita» Ingatlah kapan terakhir kali Anda berada dalam kesulitan.
Siapa yang berada di samping Anda ??
Siapa yang mengasihi Anda saat Anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama Anda saat Anda tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABAT ANDA
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan Anda dengan mereka
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama
karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
** Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri ** «Dalam masa kesuksesan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita» Ingatlah kapan terakhir kali Anda berada dalam kesulitan.
Siapa yang berada di samping Anda ??
Siapa yang mengasihi Anda saat Anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama Anda saat Anda tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABAT ANDA
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan Anda dengan mereka
kebahagian yang sebenarnya
Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata.
Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.
Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.
Untuk menyadari, betapa ia dicintai.
Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri.
Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih,
memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada,
manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai,
tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri.
Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati.
Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan,
paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.
Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan no.1 dalam satu hal,
belum tentu dalam hal lain,
dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau berharap dari orang lain, siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati.
Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,
mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati,
Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari.
Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.
Note:
Kebahagiaan slalu ada disekitar kita, selama kita mau mebuka pintu hati kita lebar2 dan selalu berpikir positif dalam menjalani kehidupan.
Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.
Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati.
Untuk menyadari, betapa ia dicintai.
Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri.
Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih,
memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada,
manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai,
tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.
Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri.
Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati.
Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan,
paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan.
Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan no.1 dalam satu hal,
belum tentu dalam hal lain,
dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau berharap dari orang lain, siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati.
Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri,
mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.
Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati,
Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari.
Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang.
Note:
Kebahagiaan slalu ada disekitar kita, selama kita mau mebuka pintu hati kita lebar2 dan selalu berpikir positif dalam menjalani kehidupan.
Kamis, 30 September 2010
Korelasi antara ML (making love) dan Ngupil :
Korelasi antara ML (making love) dan Ngupil :
1. Apa bener ML itu enak banget ?
---- Sensasinya lebih kurang sama waktu kamu ngupil pake jari kamu...
2. Kenapa cewek lebih menikmatinya ?
---- Waktu kamu ngupil, yang kerasa paling enak kan hidung kamu dan
bukan pada jari kamu
3.. Kenapa cewek benci banget (amit-amit jabang bayi) kalo mereka
diperkosa ?
----- Apa kamu senang kalau ada orang asing ngupilin hidung kamu pake
jarinya dia... (?)
4. Kenapa cewek nggak bisa / nggak mau ML waktu lagi datang bulan ?
----- Kalo hidung kamu berdarah, apa kamu masih pengen ngupil... (?)
5. Katanya, semakin banyak sperma laki-laki yang keluar waktu orgasme,
semakin besar kenikmatannya. Bener apa nggak sih ?
----- Semakin besar upil yang kamu dapet waktu ngorek, kamu semakin
puas apa nggak... (?)
6. Kenapa cowok nggak suka pake kondom waktu mereka ML ?
------ Kamu suka nggak ngupil pake sarung tangan... (?)
Kesimpulan :
Buat yg belum menikah, kalo lagi pengen ML tapi ngga ada penyaluran,
mendingan Ngupil aja dulu...He...he...he....
__._,_.___
1. Apa bener ML itu enak banget ?
---- Sensasinya lebih kurang sama waktu kamu ngupil pake jari kamu...
2. Kenapa cewek lebih menikmatinya ?
---- Waktu kamu ngupil, yang kerasa paling enak kan hidung kamu dan
bukan pada jari kamu
3.. Kenapa cewek benci banget (amit-amit jabang bayi) kalo mereka
diperkosa ?
----- Apa kamu senang kalau ada orang asing ngupilin hidung kamu pake
jarinya dia... (?)
4. Kenapa cewek nggak bisa / nggak mau ML waktu lagi datang bulan ?
----- Kalo hidung kamu berdarah, apa kamu masih pengen ngupil... (?)
5. Katanya, semakin banyak sperma laki-laki yang keluar waktu orgasme,
semakin besar kenikmatannya. Bener apa nggak sih ?
----- Semakin besar upil yang kamu dapet waktu ngorek, kamu semakin
puas apa nggak... (?)
6. Kenapa cowok nggak suka pake kondom waktu mereka ML ?
------ Kamu suka nggak ngupil pake sarung tangan... (?)
Kesimpulan :
Buat yg belum menikah, kalo lagi pengen ML tapi ngga ada penyaluran,
mendingan Ngupil aja dulu...He...he...he....
__._,_.___
Senin, 20 September 2010
Mampukah kita mencintai istri kita..
buah renungan, Semoga bermanfaat.
MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT???
Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis
Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan
Investment,
beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di
Indonesia .
Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali..
Silahkan baca dan dihayati.
*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* - - - sebuah perenungan
Buat para suami baca ya..... istri & calon istri juga boleh..
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah
senja
bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi
dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka
menikah sudah
lebih 32 tahun.
Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah
istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa
digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga
seluruh
tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun
sudah
tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi,
dan
mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia
letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya
tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari
rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan
siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan
selepas
maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2
saja
yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi,
Pak
Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap
berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan
sabar
dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati
mereka,
sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua
mereka
sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah
tinggal
dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg
merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin
sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu
tidak ada
sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..bahkan bapak
tidak
ijinkan kami menjaga ibu" . dengan air mata berlinang anak itu
melanjutkan
kata2nya "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah
lagi,
kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua
bapak
dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak,
kami janji kami
akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka."
Anak2ku ......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk
nafsu,
mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanya
ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah
melahirkan
kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu
kurindukan
hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat
menghargai
dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan
keadaanya
seperti Ini.
Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia
meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan
bapak yg
masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana
dengan
ibumu yg masih sakit."
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat
butiran2
kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata
suami yg sangat
dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah
satu stasiun TV
swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan
kepada
Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg
sudah
tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg
hadir
di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru
disitulah
Pak Suyatno bercerita.
"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam
perkawinannya,
tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran,
perhatian )
adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup
saya,
dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya
dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4
orang anak yg
lucu2..
Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu
merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk
mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari
penggantinya
apalagi dia sakit,,,"
MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT???
Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis
Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan
Investment,
beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di
Indonesia .
Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali..
Silahkan baca dan dihayati.
*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* - - - sebuah perenungan
Buat para suami baca ya..... istri & calon istri juga boleh..
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah
senja
bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi
dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka
menikah sudah
lebih 32 tahun.
Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah
istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa
digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga
seluruh
tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun
sudah
tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi,
dan
mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia
letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya
tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari
rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan
siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan
selepas
maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2
saja
yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi,
Pak
Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap
berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan
sabar
dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati
mereka,
sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua
mereka
sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah
tinggal
dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg
merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin
sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu
tidak ada
sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..bahkan bapak
tidak
ijinkan kami menjaga ibu" . dengan air mata berlinang anak itu
melanjutkan
kata2nya "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah
lagi,
kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua
bapak
dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak,
kami janji kami
akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka."
Anak2ku ......... Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk
nafsu,
mungkin bapak akan menikah..... .tapi ketahuilah dengan adanya
ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah
melahirkan
kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu
kurindukan
hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat
menghargai
dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan
keadaanya
seperti Ini.
Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia
meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan
bapak yg
masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana
dengan
ibumu yg masih sakit."
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat
butiran2
kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata
suami yg sangat
dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah
satu stasiun TV
swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan
kepada
Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg
sudah
tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg
hadir
di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru
disitulah
Pak Suyatno bercerita.
"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam
perkawinannya,
tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran,
perhatian )
adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup
saya,
dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya
dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4
orang anak yg
lucu2..
Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu
merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk
mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari
penggantinya
apalagi dia sakit,,,"
Langganan:
Postingan (Atom)